HADITS AKUNTANSI SYARI’A
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah : Ayat dan Hadits Ekonomi
Dosen Pengampu : Ali Amin Isfandiar,M.Ag
Disusun Oleh : Riski Amelia( 4219109)
Kelas : Ayat dan Hadits Ekonomi A
JURUSAN PERBANKAN SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PEKALONGAN
2020
Teks Hadits Tentang Akuntansi Syari’ah (Sunan Ibn Majah 2356)
حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ الْجُبَيْرِيُّ وَجَمِيلُ بْنُ الْحَسَنِ الْعَتَكِيُّ قَالَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَرْوَانَ الْعِجْلِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ تَلَا هَذِهِ الْآيَةَ
{ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى حَتَّى بَلَغَ فَإِنْ أَمِنَ بَعْضُكُمْ بَعْضًا }
فَقَالَ هَذِهِ نَسَخَتْ مَا قَبْلَهَا
Terjemah Hadits Sunan Ibn Majah 2356
“Telah menceritakan kepada kami (Ubaidullah bin Yusuf Al Jubairi) dan (Jamil bin Al Hasan Al Atiki) keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami (Muhammad bin Marwan Al Ijli) berkata, telah menceritakan kepada kami (Abdul Malik bin An Nadlrah) dari (Bapaknya) dari (Abu Sa'id Al Khudri) ia berkata ketika dia membaca ayat ini: ' Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian berhutang piutang untuk waktu tertentu, hendaklah kalian menuliskannya, hingga ayat: ' Akan tetapi jika sebagian kalian percaya kepada sebagian yang lain', ia mengatakan, "Ayat ini menghapus ayat yang sebelumnya."
Tafsir Hadits Sunan Ibn Majah 2356
Hadits ini menerangkan transaksi utang piutang dan waktu tertentu harus dilakukan pencatatan atau penulisan dengan benar kecuali mereka percaya terhadap orang yang berhutang maka tidak perlu adanya adanya pencatatan atas utang tersebut.
Pada konsep kebenaran, hadits ini menerangkan diamana melakukan hutang piutang tidak secara tunai dalam waktu tertentu maka harus dilakukan pencatatan atau penulisan secara benar tidak boleh melakukan kecurangan agar terhindar dari perselisihan.
Pada konsep pertanggung jawaban akuntansi, pertanggung jawaban disini adalah bertanggung jawab atas kesepakatan yang sudah mereka sepakati agar nantinya diantara keduanya tak jadi perselisihan.
Dalam hadits ini untuk melakukan perhitungan yang sebenar benarnya dalam perhitungan dan penulisannya, dan memeperbaiki apa yang telah mereka hitung sebelum dipertanggung jawabkan di akhirat nanti. Pada hal kejujuran sangat diperlukan untuk mendapatkan hasil yang sebenar-benarnya dalam perhitungan tersebut.
Dalam hadits juga mengandung isyarat bahwa siapa yang berusaha atau melakukan utang piutang untuk jujur dalam penulisan dan perkataan maka akan menjadi karakternya dan barangsiapa sengaja berdusta dan berusaha untuk dusta maka dusta menjadi karakternya. Dengan latihan dan upaya untuk memeperoleh, akan berlanjut sifat-sifat baik dan buruk. Karena, hadis ini juga menunjukan agungnya perkara kejujuran dimana uung-ujungnya akan membawa orang yang jujur ke jannah serta menunjukan akan besarnya keburukan dusta dimana ujung-ujungnya membawa orang yang dusta ke neraka.
Laporan keuangan pada akuntansi dibuat dengan tujuan untuk menyajikan informasi tentang sebuah organisasi dalam melakukan kegiatanya telah sesuai dengan ketentuan syariah islam, untuk menilai manajemen organisasi pengelola laporan keungannya dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, serta untuk menilai pelayanan dan program-program yang dilakukan organisasi pengelola keuangan tersebut.
Pembahasan Tentang Akuntansi
Dalam hadits tersebut diterangkan bahwa orang yang melakukan hutang piutang harus melakukan pencatatan. Pencatatan ini berfungsi agar orang yang berhutang dan orang yang dihitungi akan lebih tetap ingat akan hutangnya. Pencatatan juga bertujuan untuk meminimalisir kesalah pahaman terhadap orang yang berhutang dan yang dihutangi.
Seseorang yang melakukan pencatatan harus mencatat transaksi yang telah terjadi dengan teliti dan jujur. Ketelitian seseorang sangat dibutuhkan dalam proses pencatatan agar tidak terjadi kesalahan. Dan kejujuran merupakan sifat yang harus dimiliki oleh setiap orang termasuk yang melakukan pencatatan transaksi. Jika orang tersebut tidak jujur, maka orang tersebut harus mempertanggung jawabkan perbuatanya. Proses pencatatan hendaknya juga harus disaksikan oleh beberapa saksi.
Dan seorang akuntan hendaknya memiliki sifat sabar dan teliti dalam mengerjakan tugasnya dalam hal perhitungan dan pencatatan keuangan. Dari landasan hukum dari hadits diatas dapat ditarik prinsip umum akuntansi syariah adalah penulisan (faktubuhu) baik nominal kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu lebih adil disisi Allah dan lebih dekat kepada ridak (menimbulkan) kergauan. Biasanya, kebanyakan orang merasa lemah dan jemu menuliskan transaksi utang piutang dan mendatangkan saksi karena alasan repot dan sudah saling mengenal. Pada prinsipnya Allah mengajarkan tahapan tersebut sebagi wujud dan prinsip keadlian. Bagaimana mungkin norma keadilan bisa terungkap apabila pihak yang bertrantaksi tidak mempunyai bukti apapun. Tidak adanya penulisan yang mengikat hanya boleh dilakukan pada transaksi tunai, namun meskipun transaksi tunai meski ada saksi bila terjadi kondisi yang dapat merugikan salah satu pihak maka saksi bisa dipanggil.
Kejujuran termasuk akhlak terpuji yang dianjurkan oleh islam,. Diantara petunjuk islam hendaknya perkataan orang sesuai dengan isis hatinya. Jujur merupakan sebaik-baik sarana keselamatan di dunia dan akhirat,Seorang mukmin yang bersifat jujur dicintai di sisi Allah dan disisi manusia, memebimbing rekan lain bahwa jujur itu jalan keselamatan di dunia dan akhirat.
Sebuah prinsip dasar dalam akuntansi syariah dan perbankan syariah adalah kejujuran, keadilan, ketelitian, kecermatan dan asas kesungguh-sungguhan. Setiap akuntan perbankan syariah harus berpegang teguh pada ajaran islam swbagai landasan filsofis. Suatu hal yang terpenting adalah kejujuran dalam menjalankan tugasnya yaitu mencatat. Akuntan diminta menyajikan laporan sesuai dengan fakta yang ada.
Ada suatu kasus akuntan memberikan laporan keuangan yang berbeda. Misalnya, terkait dengan pajak. Akuntan membuat laporan yang seramping mungkin untuk mendapatkan beban pajak yang kecil. Pada saat membuat laporan untuk BI dan dewan direksi akuntan lebih pandai dengan membuat laporan padahal dengan membuat laporan keuangan yang fantastic. Hal ini tidak pernah dibenarkan dalam islam.
DAFTAR PUSAKA
Lantip susilowati.2017.Jurnal Ekonomi Syariah tanggung jawab keadilan dan kebenaran akuntansi syariah.an-nisbah.
sShihab,Quraish.2002.Tafsir Al-Misbah.Jakarta:Lentara hati.
Sri Nurhayat.2011.Akuntansi Syariah di Indonesia.Jakarta:Salemba Empat.
Rasjid,Sulaiman.1994.Fiqh Islam,Sinar Baru Bandung.
Komentar
Posting Komentar